Menjaga Keamanan Pangan Ramadan: Mengawal Takjil Sehat Sesuai Edaran Kemenkes

Menjaga Keamanan Pangan Ramadan: Mengawal Takjil Sehat Sesuai Edaran Kemenkes
Bulan Ramadan telah tiba, dan tradisi berburu takjil menjadi momen yang paling dinantikan. Namun, di balik kelezatan hidangan berbuka, aspek keamanan pangan tetap menjadi prioritas utama.
Menindaklanjuti Surat Edaran dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) No. KL.02.02/C.VI/352/2026Tentang Pembinaan dan Pengawasan Keamanan Pangan Takjil pada Bulan Ramadhan 1447 H/2026 M, tim kesehatan lingkungan Dinas Kesehatan Kota Pematangsiantar mulai 23 Februari 2026 melakukan pemeriksaan lapangan untuk memastikan jajanan takjil yang Anda konsumsi bebas dari bahan berbahaya.
Apa Saja yang Diperiksa?
Pemeriksaan takjil difokuskan pada pemantauan bahan kimia berbahaya yang seringkali disalahgunakan pada makanan, antara lain:
1. Formalin & Boraks: Sering ditemukan pada mi basah, bakso, atau tahu yang teksturnya terlalu kenyal dan awet.
2. Rhodamin B & Methanyl Yellow: Pewarna tekstil merah dan kuning yang mencolok dan tidak merata pada sirup, kue, atau kerupuk.
3. Kebersihan (Higiene) Penjamah Makanan: Memastikan pedagang menggunakan sarung tangan/penjepit dan menjaga sanitasi wadah jualan.
Tips Memilih Takjil yang Aman untuk Keluarga
Sesuai imbauan pemerintah, masyarakat diharapkan menjadi konsumen yang cerdas dengan rumus "KLIK":
1. Kemasannya: Pastikan dalam kondisi baik, tidak rusak, atau kotor.
2. Labelnya: Baca informasi produk dengan teliti.
3. Izin Edarnya: Pastikan memiliki izin dari BPOM atau P-IRT untuk produk olahan kemasan.
4. Kedaluwarsa: Selalu cek tanggal layak konsumsi.
Catatan Penting: Hindari makanan dengan warna yang terlalu mencolok (neon) atau aroma obat yang menyengat. Pilihlah takjil yang segar dan tertutup rapat untuk menghindari paparan debu dan polusi.
Dinkes terus berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan sampling dan edukasi kepada para pedagang lapangan. Tujuannya satu: Agar masyarakat dapat beribadah dengan tenang tanpa perlu khawatir akan risiko gangguan pencernaan atau keracunan pangan.
Mari kita sambut kemenangan dengan tubuh yang sehat dan asupan yang berkah.
Selamat menjalankan ibadah puasa!
Komentar
Tuliskan Komentar Anda!