Website Resmi Dinas Kesehatan Pematangsiantar



Berita

Tingkatkan Kualitas Layanan Dasar, Dinkes Laksanakan Pembinaan Kader di Posyandu

Admin Dinkes 13 Feb 2026, 15:18:16 WIB
Tingkatkan Kualitas Layanan Dasar, Dinkes Laksanakan Pembinaan Kader di Posyandu

Dinas Kesehatan terus berkomitmen memperkuat peran Kader Posyandu sebagai garda terdepan kesehatan masyarakat. Melalui Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinkes menyelenggarakan kegiatan pembinaan  Kader Posyandu khususnya mengenai 25 Kompetensi Dasar. 

​Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari transformasi layanan kesehatan primer. Seiring dengan penerapan konsep Posyandu Siklus Hidup, kader kini dituntut tidak hanya mahir dalam pelayanan balita, tetapi juga mampu memberikan edukasi bagi ibu hamil, remaja, dewasa, hingga lansia. Dinas Kesehatan terus melakukan transformasi layanan kesehatan primer dengan melakukan pembinaan langsung ke titik-titik Posyandu. Kegiatan ini difokuskan pada penguatan 25 Kompetensi Dasar Kader sebagai langkah nyata mengimplementasikan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 13 Tahun 2024 tentang Posyandu. Permendagri Nomor 13 Tahun 2024 adalah aturan terbaru yang  mengubah paradigma Posyandu dari sekadar UKBM (Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat) menjadi bagian dari Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD) yang melayani 6 standar pelayanan minimal (SPM).

Sesuai dengan amanat Permendagri 13/2024, Posyandu kini memiliki peran strategis sebagai LKD yang tidak hanya fokus pada kesehatan, tetapi juga mendukung pencapaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) di desa/kelurahan. Pembinaan langsung di lapangan ini bertujuan memastikan kader siap menghadapi perluasan peran tersebut.

​Kepala Dinas Kesehatan menyampaikan bahwa standarisasi kemampuan kader sangat krusial. ​"Kader adalah ujung tombak. Melalui Permendagri ini, Posyandu kini melayani seluruh siklus hidup masyarakat. Oleh karena itu, 25 kompetensi dasar  merupakan bekal wajib agar kader  mampu memberikan layanan yang terintegrasi dan berkualitas kepada  setiap warga yang datang ke Posyandu," ujarnya.

​Dalam pembinaan yang dilakukan langsung di tengah aktivitas pelayanan Posyandu, tim dari Dinas Kesehatan memberikan pendampingan teknis mencakup kategori utama yang harus dikuasai oleh setiap kader yaitu:

​Cara menimbang dan mengukur tinggi badan yang benar menggunakan Antropometri.

​Pengisian buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) terbaru.

​Teknik edukasi efektif melalui metode penyuluhan singkat.

Berbeda dengan sosialisasi di dalam ruangan, pembinaan kali ini dilakukan saat kegiatan Posyandu sedang berlangsung. Tim pembina dari Dinas Kesehatan dan Puskesmas setempat memantau langsung bagaimana kader melakukan alur pelayanan 5 langkah, mulai dari pendaftaran hingga edukasi.

​Dalam pembinaan di lokasi Posyandu ini, fokus utama diberikan pada penguatan kompetensi praktis, di antaranya:

​Ketepatan Pengukuran: Memastikan penggunaan alat antropometri (timbangan digital dan alat ukur tinggi badan) dilakukan secara presisi untuk deteksi dini stunting.

​Keterampilan Komunikasi: Melatih kader dalam memberikan edukasi gizi dan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) menggunakan buku KIA sebagai panduan utama.

​Manajemen Data: Validasi pencatatan hasil penimbangan dan layanan kesehatan lainnya agar data yang dilaporkan akurat.

​Layanan Siklus Hidup: Memastikan posyandu tidak hanya melayani balita, tetapi juga aktif melakukan skrining kesehatan bagi usia dewasa dan lansia.

​Ketua Kader Posyandu  menyambut baik metode pembinaan ini. "Kami merasa lebih percaya diri karena dibimbing langsung saat menghadapi warga. Kami jadi tahu kekurangan kami di mana, terutama dalam cara memberikan penjelasan yang mudah dimengerti ibu-ibu," ungkapnya.

​Melalui kegiatan pembinaan langsung ini, Dinas Kesehatan berharap kualitas layanan kesehatan di tingkat akar rumput semakin standar dan mampu memberikan dampak signifikan terhadap penurunan angka kematian ibu/bayi, angka stunting dapat terus ditekan, pencegahan penyakit tidak menular, serta derajat kesehatan masyarakat secara umum dapat meningkat melalui deteksi dini yang dilakukan secara tepat di level Posyandu di wilayah Kota Pematangsiantar sesuai dengan visi Wali Kota Pematangsiantar menuju Siantar Cerdas Sehat Kreatif dan Selaras.



Komentar

Tuliskan Komentar Anda!