Website Resmi Dinas Kesehatan Pematangsiantar



Berita

Waspada Virus Nipah:penyebab, gejala, dan pencegahan

Admin Dinkes 29 Jan 2026, 10:52:08 WIB
Waspada Virus Nipah:penyebab, gejala, dan pencegahan

Sekarang dunia dihebohkan kembali dengan Virus Nipah. Apa itu Virus Nipah?

Virus Nipah (Nipah virus/NiV) adalah zoonosis, yaitu virus berbahaya yang menular dari hewan ke manusia dan juga antar manusia yang bisa menyebabkan radang otak. 

Inang alami virus ini adalah kelelawar buah (Pteporus/flying fox) yang dapat disebarkan melalui air liur, urine, kotoran, dan buah yang sudah digigit. Dari sini, virus dapat menular ke hewan ternak (terutama babi) dan manusia.

Gejala yang ditimbulkan virus nipah mulai dari infeksi ringan sampai ke berat. Infeksi ringan berupa demam, sakit nyeri, nyeri otot, mual, batuk ringan. Infeksi berat berupa gangguan pernafasan akut, radang otak (ensefalitis), kejang, penurunan kesadaran, koma, dan kematian.

Pencegahan terhadap penyakit virus Nipah dilakukan utamanya melalui pengendalian faktor risiko yang dapat dilakukan melalui langkah berikut:

1. Tidak mengonsumsi nira/aren langsung dari pohonnya karena kelelawar dapat mengontaminasi sadapan aren/nira pada malam hari. Oleh karenanya perlu dimasak sebelum dikonsumsi

2. Cuci & kupas buah secara menyeluruh

3. Buang buah yang ada tanda gigitan kelelawar

4. Konsumsi daging ternak secara matang

5. Menerapkan protokol kesehatan seperti cuci tangan pakai sabun atau menggunakan hand sanitizer, menerapkan etika batuk dan bersin, serta memakai masker apabila mengalami gejala, termasuk kelompok rentan

6. Hindari kontak dengan hewan ternak (seperti babi, kuda) yang kemungkinan terinfeksi virus Nipah. Apabila terpaksa harus melakukan kontak, maka menggunakan APD

7. Bagi petugas pemotong hewan, sarung tangan dan pelindung diri harus digunakan sewaktu menyembelih atau memotong hewan yang terinfeksi virus Nipah. Hewan yang terinfeksi virus Nipah tidak boleh dikonsumsi

8. Bagi tenaga kesehatan dan keluarga yang merawat serta petugas laboratorium yang mengelola spesimen pasien terinfeksi, menerapkan pencegahan dan pengendalian infeksi (PPI) dengan benar.

Walaupun belum terdeteksi di Indonesia, namun mari tetap waspada, ayo tetap menjalankan perilaku hidup bersih dan sehat.


Salam sehat,




Komentar

Tuliskan Komentar Anda!